{"id":5565,"date":"2019-04-06T19:35:42","date_gmt":"2019-04-06T19:35:42","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5565"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[SALAH]-\"Narkoba-dari-China-Melalui-Tiang-Pancang-Proyek-Infrastruktur\"","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5565","title":{"rendered":"[SALAH] &#8220;Narkoba dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur&#8221;"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"box\"><!-- Blog-item --><\/p>\n<div class=\"blog-item\">\n                        <a href=\"#\" class=\"blog-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stophoax.id\/storage\/app\/uploads\/public\/5c8\/eee\/32c\/5c8eee32ca326158224084.png\" onerror=\"this.src='https:\/\/stophoax.id\/themes\/hoax-pedia\/assets\/images\/default.png'\" alt=\"[SALAH] \u00e2\u20ac\u0153Narkoba dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur\"\" \/><\/a><\/p>\n<h1 class=\"blog-name f-35\">[SALAH] \u00e2\u20ac\u0153Narkoba dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur&#8221;<\/h1>\n<ul class=\"post-date\">\n<li>By <a href=\"#\">SiberKreasi<\/a><\/li>\n<li>Mar 09, 2019<\/li>\n<li>\n                                                                <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/disinformasi\">DISINFORMASI<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/facebook\">Facebook<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/mafindo\">MAFINDO<\/a>                                                            <\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"blog-caption m-t-20\">\n<div class=\"blog-txt\">\n<p>Pelintiran daur ulang, tidak ada kaitannya dengan proyek infrastruktur. Foto yang digunakan adalah foto-foto mengenai pengungkapan jaringan narkoba dengan modus dimasukkan di dalam pipa, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>KATEGORI<\/strong><\/p>\n<p>Konten yang Salah.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>SUMBER<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/bit.ly\/2ELd0UA\">http:\/\/bit.ly\/2ELd0UA<\/a> <a href=\"https:\/\/archive.fo\/Tiwlx\">https:\/\/archive.fo\/Tiwlx<\/a>, post oleh akun \u00e2\u20ac\u0153Okto Humala Siahaan&#8221; (facebook.com\/okto.h.siahaan.1), sudah dibagikan 7.693 kali per tangkapan layar dibuat.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>NARASI<\/strong><\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153ANDA PERCAYA TIDAK TERLIBAT ORANG PENTING DIINDONESIA?<\/p>\n<p>Omong kosong bila ini bukan diimpor bagian dari politik neo PKI&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>Salinan narasi selengkapnya di (4) bagian REFERENSI.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>PENJELASAN<\/strong><\/p>\n<p>(1) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2rhTadC\">http:\/\/bit.ly\/2rhTadC<\/a> \/ <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2MxVN7S\">http:\/\/bit.ly\/2MxVN7S<\/a>, First Draft News: \u00e2\u20ac\u0153Konten yang Salah<\/p>\n<p>Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah&#8221;.<\/p>\n<ul>\n<li>Post SUMBER membagikan foto-foto di acara rilis pers mengenai pengungkapan jaringan narkoba dengan modus dimasukkan di dalam pipa.<\/li>\n<li>Post SUMBER menambahkan narasi untuk membangun premis pelintiran yang tidak sesuai dengan konteks yang sebenarnya dari foto yang digunakan, dihubung-hubungkan dengan proyek infrastruktur.<\/li>\n<\/ul>\n<p>\u00e2\u20ac\u201d\u00e2\u20ac\u201d<\/p>\n<p>(2) Beberapa artikel sumber foto:<\/p>\n<ul>\n<li>VIVA(dot)co(dot)id: \u00e2\u20ac\u0153Sabu Pipa Besi Ternyata Jaringan Freddy Budiman&#8221;, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.<\/li>\n<li>Aktual(dot)com: \u00e2\u20ac\u0153BNN: Kita Akan Putus Mata Rantai Peredaran Sabu Dalam Pipa&#8221;, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.<\/li>\n<\/ul>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<p>(1) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2IQII34\">http:\/\/bit.ly\/2IQII34<\/a> VIVA(dot)co(dot)id: \u00e2\u20ac\u0153Sabu Pipa Besi Ternyata Jaringan Freddy Budiman<\/p>\n<p>Tim VIVA  \u00bb<br \/>\nBERITA &gt; METRO<br \/>\nRabu, 15 Juni 2016 | 18:07 WIB<\/p>\n<p>(foto)<br \/>\nPhoto: VIVA.co.id\/Irwandi<br \/>\nKepala BNN Komjen Budi Wseso (kemeja putih)<\/p>\n<p>VIVA.co.id \u00e2\u20ac\u201c Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditjen Bea Cukai berhasil mengungkap sindikat narkotika jenis sabu jaringan Freddy Budiman di sebuah pergudangan di kawasan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juni 2016.<\/p>\n<p>Dalam penggerebekan itu, BNN berhasil menyita sembilan buah pipa besi berbahan baja yang total di dalamnya terdapat kurang lebih 50 kilogram sabu kristal yang diselundupkan dari Guangzhou, China. BNN juga berhasil mengamankan enam tersangka atas hasil pengembangan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Kita berhasil mengungkap jaringan pengiriman narkoba jenis sabu,&#8221; kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 15 Juni 2016.<\/p>\n<p>Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, modus penyelundupan barang haram tersebut terbilang cukup rapi. Mereka mengirimkan sabu dengan cara dimasukkan ke dalam pipa besi dengan berat 200 kilogram serta ketebalan besi 4 sentimeter dan diameter 16 sentimeter.<\/p>\n<p>Modus tersebut sengaja dilakukan oleh para pelaku untuk mengelabui petugas agar tidak terdeteksi oleh alat pemindai dan tercium oleh anjing pelacak. Pelaku juga melengkapi dokumen sehingga terlihat seperti normal.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Modusnya barunya adalah dimasukkan dalam pipa. Pipa ini adalah rencana untuk pipa untuk tiang pancang. Dimasukkan dari Guangzhou China melalui pengiriman,&#8221; ungkap pria yang akrab disapa Buwas tersebut.<\/p>\n<p>Buwas menjelaskan, sindikat pengedar narkotika jenis sabu itu merupakan jaringan yang berhubungan dengan terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Jaringan ini berhubungan langsung dengan Freddy Budiman. Ini jaringan lama. Ini bukti kehebatan dari jaringan ini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Mantan Kabareskrim Polri ini membeberkan, dari pengungkapan kasus tersebut, BNN mengamankan enam orang tersangka. Masing-masing berinisial HE, EN, ED, GN, DD dan AK. Tersangka ED, GN dan DD diamankan petugas di lokasi kejadian, sementara HE dan istrinya yakni EN, diamankan di kediamannya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>HE merupakan mantan narapidana Lapas Cipinang yang berstatus bebas bersyarat. HE mengenal AK semasa berada di dalam Lapas yang sama dan AK memiliki kendali penuh terhadap penyelundupan sabu tersebut.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153AK pengendali dan pemesan. Dia narapidana Lapas Cipinang. Pelaku lama. Ini membuktikan permasalahan narkoba di Lapas tidak pernah selesai,&#8221; ujar Buwas.<\/p>\n<p>Seolah tak jera, pada masa pembebasan bersyaratnya, HE kembali berulah. Dalam melakukan transaksi, HE menggunakan identitas EN untuk membuka rekening dan alamat tujuan pengiriman barang.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Pengakuan mereka sudah 3 kali. Lolos semua sebelumnya. Sudah beredar di Indonesia khususnya di Jakarta,&#8221; lanjut Buwas.<\/p>\n<p>Buwas mengatakan, pengungkapan kasus sindikat narkoba jenis sabu itu sama halnya telah menyelamatkan 250 ribu jiwa generasi Indonesia dari ancaman dan bahaya narkoba.<\/p>\n<p>Atas tindakannya tersebut, keenam tersangka terpaksa mendekam dibalik jeruji besi rumah tahanan BNN. Mereka dikenakan pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.&#8221;<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u201d\u00e2\u20ac\u201d<\/p>\n<p>(2) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2F1oMf7\">http:\/\/bit.ly\/2F1oMf7<\/a> Aktual(dot)com: \u00e2\u20ac\u0153BNN: Kita Akan Putus Mata Rantai Peredaran Sabu Dalam Pipa<\/p>\n<p>Agustus 25, 2016 18:11<\/p>\n<p>(foto)<br \/>\nKepala BNN Komjen Pol Budi Waseso (kedua kiri) dan Dirjen Bea Dan Cukai Heru Pambudi (ketiga kiri) menjelaskan barang bukti tiang pancang baja penyimpanan sabu saat rilis hasil penggerebekan gudang narkoba Rawa Bebek di Kantor BNN, Cawang, Rabu (15\/6). Dalam penggerebekan di pabrik mie tersebut BNN berhasil menyita 40 kg sabu yang disembunyikan dalam sembilan buah pipa baja yang berasal dari Guangzhou, Tiongkok. ANTARA FOTO\/Teresia May\/aww\/16.<\/p>\n<p>Jakarta, Aktual.com \u00e2\u20ac\u201c Kepala Bidang Analisis Perundang-undangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Supardi menegaskan, pihaknya tidak akan membiarkan sindikat peredaran sabu dalam pipa tetap berkeliaran.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153BNN tidak pernah kompromi terhadap bandar narkoba. Kita serius, kita putus mata rantai dari hulu,&#8221; tegas Supardi, di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Salemba, Jakarta, Kamis (25\/8).<\/p>\n<p>Tapi sayangnya, anak buah Komjen Pol Budi Waseso ini enggan menjelaskan saat dikonfirmasi ihwal penangan kasus yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu. Dia justru melemparkan tanggung jawab itu ke pihak Humas BNN.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Masih proses dengan tim. Detilnya itu tugas Humas di BNN, saya belum tau sampai sejauh mana,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, pertengahan Juni 2016 lalu BNN berhasil mengungkap penyelundupan sabu yang disembunyikan dalam pipa besi, di Penjaringan, Jakarta Utara. Saat peyergapan pihak BNN juga meringkus 4 orang yang diuga sebagai kurir.<\/p>\n<p>Kata Kepala Bagian Humas BNN, Slamet Pribadi peredaran sabu dalam pipa ini dikendalikan oleh jaringan yang berhubungan dengan Fredy Budiman, yanki Chandra Halim alias Akiong.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Sabu dalam pipa bukan ulah Fredy. Tapi masih jaringannya dia, namanya Akiong,&#8221; jelas Slamet saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (9\/8).<\/p>\n<p>Akiong sendiri sudah divonis hukuman mati usai terbukti menyelundupkan 1,4 juta pil ekstasi pada 2012 silam. Dia kemudian divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah terbukti bersalah dalam kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi.<\/p>\n<p>Dalan kasus ini, Akiong tak bermain sendiri. Ada enam orang lainnya yang terlibat, termasuk oknum TNI, yakni Sema Supriyadi.<\/p>\n<p>Laporan: M Zhacky Kusumo<\/p>\n<p>(Nebby)&#8221;.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u201d\u00e2\u20ac\u201d<\/p>\n<p>(3) [SALAH] \u00e2\u20ac\u0153Narkoba Dikirim dari China Melalui Tiang Pancang Proyek Infrastruktur&#8221;, post sebelumnya di <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2EOjFvn\">http:\/\/bit.ly\/2EOjFvn<\/a>.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u201d\u00e2\u20ac\u201d<\/p>\n<p>(4) Narasi selengkapnya oleh post SUMBER: \u00e2\u20ac\u0153ANDA PERCAYA TIDAK TERLIBAT ORANG PENTING DIINDONESIA?<\/p>\n<p>Omong kosong bila ini bukan diimpor bagian dari politik neo PKI&#8230;<br \/>\nOmong kosong ada manusia hanya 4 tahun mendadak kaya raya dan berani memecat Budi Waseso yang getol gagalkan impor sabu Cina Komunis Biadab&#8230;<br \/>\nOmong kosong tak ada terlibat bisnis emas putih yang harganya lebih mahal dari produk emas freeport&#8230;<br \/>\nUang telah membutakan, dan keserakahan membunuh rakyat bukan hanya dari mengimpor beras plastik dan produk makanan mematikan lainnya dari Tiongkok.<\/p>\n<p>Apakah anda tidak heran kasus beras plastik dulu tak pernah terungkap?<br \/>\nTiongkok bukan negara produsen beras&#8230;<br \/>\nTetapi diimport dari Cina?<br \/>\nSaya masih menyimpan Koran yang membuat judul berita&#8230;.<br \/>\nCina siap mengganti beras yang terbukti sudah diuji laboratorium&#8230;.<br \/>\nEmang Cina negara apa? siap mengganti bila bukan mereka impor dari Cina? Ujungnya bagaimana?<br \/>\nKejahatan yang dilakukan kelompok neo PKI itu hingga kini aman&#8230;<\/p>\n<p>Anda percaya bahwa mereka tidak dicecoki bisnis menggiurkan Sabu?<br \/>\nPandainya mereka menguasai Hoax maling teriak maling menuduh pasangan 02 didukung bandar sabu&#8230;. Padahal partai koalisi laknatlah terbukti bisnis itu&#8230;<br \/>\nPara boneka setan penghancur bangsa yang pantas diberangus dari muka bumi&#8230;<\/p>\n<p>Anda percaya ada pemimpin klaim sama dengan duterte anti kartel narkoba?<br \/>\nTapi faktanya peredaran sabu kian meluas&#8230;<br \/>\nMereka ingin semua warga pribumi jadi pasien RSJ&#8230;.<br \/>\nNeo PKI biadab yang mereka katakan mustahil bangkit&#8230;<br \/>\nBahkan si Rommy biadab bilang pasangan 02 akan mengganti Pancasila dimana kubu merekalah kumpulan para binatang turunan PKI dan raja Hoax melibatkan oknum aparat&#8230;<br \/>\nMereka berupaya membalik sejarah PKI tidak bersalah, namanya tercemar seolah mereka ini penjaga Pancasila&#8230;<br \/>\nMengerikan negeri ini hanya dipimpin 1 periode sebegini hebat kehancuran bangsa kita&#8230;<br \/>\nApalagi 2 periode?<\/p>\n<p>By okto&#8221;.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u201d\u00e2\u20ac\u201d<\/p>\n<p>(5) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/851833188482551\/\">https:\/\/web.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/851833188482551\/<\/a><\/p>\n<div>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"\" class=\"wp-image-20468\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/tiang-narkoba-01.png\"><\/p>\n<p><\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/salah-narkoba-dari-china-melalui-tiang-pancang-proyek-infrastruktur-3190\" target=\"_blank\">https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/salah-narkoba-dari-china-melalui-tiang-pancang-proyek-infrastruktur-3190<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":6890,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5565"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5565"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5565\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}