{"id":5422,"date":"2019-04-06T19:35:36","date_gmt":"2019-04-06T19:35:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5422"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[SALAH]-\"Indonesia-ku-sayang,-Indonesia-ku-malang\";","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5422","title":{"rendered":"[SALAH] &#8220;Indonesia ku sayang, Indonesia ku malang&#8221;;"},"content":{"rendered":"<div>\n<article id=\"post-13015\" class=\"post-13015 post type-post status-publish format-standard hentry category-fitnah-hasut-hoax\">\n<header class=\"entry-header mh-clearfix\">\n<h1 class=\"entry-title\">[SALAH] &#8220;Indonesia ku sayang, Indonesia ku malang&#8221;<\/h1>\n<p class=\"mh-meta entry-meta\">\n<span class=\"entry-meta-date updated\"><i class=\"fa fa-clock-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2018\/07\/\">July 1, 2018<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-author author vcard\"><i class=\"fa fa-user\"><\/i><a class=\"fn\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/author\/aribowo\/\">Aribowo Sasmito<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-categories\"><i class=\"fa fa-folder-open-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/category\/fitnah-hasut-hoax\/\" rel=\"category tag\">Fitnah \/ Hasut \/ Hoax<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-comments\"><i class=\"fa fa-comment-o\"><\/i><a class=\"mh-comment-scroll\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2018\/07\/01\/salah-indonesia-ku-sayang-indonesia-ku-malang\/#mh-comments\">0<\/a><\/span>\n<\/p>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content mh-clearfix\">\n<p>Koran yang difoto adalah terbitan 2015, video diunggah di 2016. Tidak ada korelasi antara foto dan video yang digunakan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>KATEGORI<\/strong><\/p>\n<p>Disinformasi.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>SUMBER<\/strong><\/p>\n<p>(1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(2) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2rbHR6Q\">http:\/\/bit.ly\/2rbHR6Q<\/a>, post oleh akun &#8220;Ihwan Jel&#8221; (facebook.com\/ihwan.jel), sudah dibagikan 159.707 per tangkapan layar dibuat.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>NARASI<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Indonesia ku sayang, Indonesia ku malang.<br \/>\nSadarlah wahai Rakyat Indonesia, kita ini sedang di jajah.&#8221;<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>PENJELASAN<\/strong><\/p>\n<p>(1) Foto yang digunakan adalah koran terbitan 2015, dimuat juga di situs koran(dot)bisnis(dot)com. Selengkapnya di (1) dan (2) bagian REFERENSI.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(2) Berita tayang sehari sebelum tayang di Bisnis Indonesia, cnnindonesia.com: &#8220;Restu RI-1 tersebut menurutnya diberikan asalkan perusahaan-perusahaan properti anggota REI mengedepankan akses pembelian kepada warga negara Indonesia terlebih dulu. Teten menjelaskan, alasan Jokowi mengizinkan para ekspatriat memiliki properti di Indonesia adalah untuk memberikan angin segar bagi pengusaha properti.&#8221;, selengkapnya di poin (2) bagian REFERENSI.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(3) Video yang digunakan diunggah di 2016, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(4) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2rhTadC\">http:\/\/bit.ly\/2rhTadC<\/a>, firsdraftnews.org: \u00e2\u20ac\u0153Konten yang Salah<\/p>\n<p>Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah&#8221;, tidak ada korelasi antara koran yang membahas kepemilikan properti dengan video yang membahas tenaga kerja.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(5) Mengenai penanganan tenaga kerja asing ilegal, sudah dibahas di post sebelumnya di <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2Kfh4Ot\">http:\/\/bit.ly\/2Kfh4Ot<\/a> ([BENAR] &#8220;Satgas TKA untuk Mengawasi Pekerja Asing Ilegal&#8221;).<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<p>(1) Laman di koran(dot)bisnis(dot)com, konten berbayar.<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(2) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2J755RU\">http:\/\/bit.ly\/2J755RU<\/a>, cnnindonesia.com: &#8220;Jokowi Restui Warga Asing Miliki Properti di Indonesia<\/p>\n<p>Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Selasa, 23\/06\/2015 15:47 WIB<\/p>\n<p>(foto)<br \/>\nPresiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan). (ANTARA FOTO\/Yudhi Mahatma)<\/p>\n<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal mengizinkan warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti di Indonesia. Dalam waktu dekat, Jokowi bakal merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki usai mendampingi Jokowi bertemu dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23\/6) siang.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Presiden Jokowi menyetujui usulan DPP REI dengan memperbolehkan kepemilikan asing di bidang properti,&#8221; ujar Teten dikutip dari keterangan pers, Selasa (23\/6).<\/p>\n<p>Restu RI-1 tersebut menurutnya diberikan asalkan perusahaan-perusahaan properti anggota REI mengedepankan akses pembelian kepada warga negara Indonesia terlebih dulu. Teten menjelaskan, alasan Jokowi mengizinkan para ekspatriat memiliki properti di Indonesia adalah untuk memberikan angin segar bagi pengusaha properti.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Ini untuk menghadapi persaingan properti di tingkat regional,&#8221; ujar Teten.<\/p>\n<p>Sebelumnya Menteri Keuangan Bambang P. S. Brodjonegoro membuka peluang WNA menguasai properti di Tanah Air. Namun, nilai properti yang bisa dimiliki asing akan dibatasi pada kisaran tertentu.<\/p>\n<p>&#8220;Yang pasti, kalau pun asing itu dibolehkan punya properti, itu hanya untuk apartemen, bukan landed house. Dan apartemennya pun ada harga minimumnya,&#8221; ujar Bambang.<\/p>\n<p>Bambang menegaskan hanya apartemen yang masuk kategori mewah yang bisa dibeli asing nantinya. Untuk itu, produk hukum yang selama ini menutup ruang bagi asing memiliki hunian di Indonesia harus direvisi.<\/p>\n<p>Kedaulatan Negara<\/p>\n<p>Sementara, Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengaku optimistis usulan kepemilikan properti oleh WNA bisa disetujui oleh pemerintahan Jokowi setelah sekian lama asosiasi menyuarakan hal tersebut kepada pemerintah.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Kalau kami selalu optimistis, makanya kami tidak pernah berhenti memperjuangkan. Dari sisi ekonominya disini ada peluang yang baik untuk bisa diambil dan juga bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,&#8221; kata Eddy ketika dihubungi.<\/p>\n<p>Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengungkapkan wacana tersebut sudah lama terdengar di telinga para pelaku usaha, namun tidak kunjung terealisasi sampai sekarang. Menurutnya, jika pemerintah membebaskan asing di bisnis properti akan berdampak baik bagi industri dan pemerintah sendiri.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Ini merupakan wacana lama tapi kelihatanya mungkin pemahaman di internal pemerintah dan DPR masih tarik ulur. Yang jelas dengan pembatasan lokasi kriteria tertentu sebetulnya itu sangat baik bagi industri dan sangat baik bagi pajak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Haryadi menampik wacana penguasaan properti oleh asing akan menyinggung masalah kedaulatan negara. Sebab, wilayah kepemilikan apartemen akan dibatasi berdasarkan lokasi dan diperuntukan untuk apartemen mewah dengan harga mahal dan bukan bersubsidi.<\/p>\n<p>&#8220;Isunya adalah isu komersil, tidak ada dikaitkan dengan masalah nasionalisme dan kedaulatan negara. Tidak ada urusannya karena orang yang beli itu cuma unit kecil dan cuma apartemen. Jadi isu yang itu berlebihan,&#8221; katanya. (gen)&#8221;<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;<\/p>\n<p>(3) <a href=\"http:\/\/bit.ly\/2lKkZbx\">http:\/\/bit.ly\/2lKkZbx<\/a>, &#8220;Polemik On Tv Eps 81 &#8211; Tenaga kerja asing bikin pusing Part 04<\/p>\n<p>Published on 26 Dec 2016<br \/>\niNewsTV Talkshow channel<br \/>\nDescription<br \/>\nPolemik On Tv Eps 81 _ Tenaga kerja asing bikin pusing Part 04&#8221;, video dimulai di 07:55.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p>Sumber: <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/675102686155603\/\">https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/675102686155603\/<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13016\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-01.png\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"693\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-01.png 404w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-01-175x300.png 175w\" sizes=\"(max-width: 404px) 100vw, 404px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13017\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-02.png\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"673\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-02.png 404w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-02-180x300.png 180w\" sizes=\"(max-width: 404px) 100vw, 404px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-11663\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/firstdraft-7-jenis-mis-dan-disinformasi-3.png\" alt=\"\" width=\"661\" height=\"446\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/firstdraft-7-jenis-mis-dan-disinformasi-3.png 661w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/05\/firstdraft-7-jenis-mis-dan-disinformasi-3-300x202.png 300w\" sizes=\"(max-width: 661px) 100vw, 661px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13018\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-03.jpg\" alt=\"\" width=\"418\" height=\"762\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-03.jpg 418w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-03-165x300.jpg 165w\" sizes=\"(max-width: 418px) 100vw, 418px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13019\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-04.png\" alt=\"\" width=\"823\" height=\"851\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-04.png 823w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-04-290x300.png 290w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-04-768x794.png 768w\" sizes=\"(max-width: 823px) 100vw, 823px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-13020\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-05.png\" alt=\"\" width=\"404\" height=\"874\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-05.png 404w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/indonesia-ku-sayang-05-139x300.png 139w\" sizes=\"(max-width: 404px) 100vw, 404px\" \/><\/p>\n<p>\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2018\/07\/01\/salah-indonesia-ku-sayang-indonesia-ku-malang\/\" target=\"_blank\">https:\/\/turnbackhoax.id\/2018\/07\/01\/salah-indonesia-ku-sayang-indonesia-ku-malang\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[SALAH] &#8220;Indonesia ku sayang, Indonesia ku malang&#8221; July 1, 2018 Aribowo Sasmito Fitnah \/ Hasut \/ Hoax 0 Koran yang difoto adalah terbitan 2015, video diunggah di 2016. Tidak ada korelasi antara foto dan video yang digunakan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI. ====== KATEGORI Disinformasi. ====== SUMBER (1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6890,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5422"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5422\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}