{"id":5186,"date":"2019-04-06T19:35:28","date_gmt":"2019-04-06T19:35:28","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5186"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[KLARIFIKASI]-Imunisasi-HPV-Sebabkan-Kemandulan-Atau-Menopause-Dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5186","title":{"rendered":"[KLARIFIKASI] Imunisasi HPV Sebabkan Kemandulan Atau Menopause Dini"},"content":{"rendered":"<div>\n<article id=\"post-5080\" class=\"post-5080 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-fitnah-hasut-hoax tag-hpv tag-imunisasi tag-kesehatan\">\n<header class=\"entry-header mh-clearfix\">\n<h1 class=\"entry-title\">[KLARIFIKASI] Imunisasi HPV Sebabkan Kemandulan Atau Menopause Dini<\/h1>\n<p class=\"mh-meta entry-meta\">\n<span class=\"entry-meta-date updated\"><i class=\"fa fa-clock-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2016\/11\/\">November 27, 2016<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-author author vcard\"><i class=\"fa fa-user\"><\/i><a class=\"fn\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/author\/mafindo-hb5gmail-com\/\">Levy Nasution<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-categories\"><i class=\"fa fa-folder-open-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/category\/fitnah-hasut-hoax\/\" rel=\"category tag\">Fitnah \/ Hasut \/ Hoax<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-comments\"><i class=\"fa fa-comment-o\"><\/i><a class=\"mh-comment-scroll\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2016\/11\/27\/klarifikasi-imunisasi-hpv-sebabkan-kemandulan-atau-menopause-dini\/#mh-comments\">0<\/a><\/span>\n<\/p>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content mh-clearfix\">\n<figure class=\"entry-thumbnail\">\n<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/hpv-678x381.png\" alt=\"\" title=\"hpv\" \/><br \/>\n<\/figure>\n<p>Sumber : Media Daring dokter.id<\/p>\n<p>Narasi :<\/p>\n<p>Kematian mendadak seorang remaja perempuan berusia 12 tahun di Waukesha, Wisconsin,<\/p>\n<p>beberapa jam setelah menerima vaksin HPV, Gardasil membuat keluarganya sangat terkejut dan<\/p>\n<p>membuat media setempat bertanya-tanya bagaimana hal ini dapat terjadi.<\/p>\n<p>Seorang reporter di WISN 12 mewawancara seorang dokter dari departemen kesehatan setempat<\/p>\n<p>untuk mengetahui apa yang terjadi. Dokter tersebut mengatakan hal yang sama seperti CDC yang<\/p>\n<p>menyatakan bahwa reaksi alergi berat yang dapat menyebabkan kematian setelah pemberian<\/p>\n<p>suatu vaksin tertentu sangatlah jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 1 dari 1.000.000 dosis vaksin.<\/p>\n<p>Vaksin HPV merupakan vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi HPV jenis tertentu yang<\/p>\n<p>dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual dan kanker leher rahim.<\/p>\n<p>Pada saat berita mengenai Meredith Prohaska banyak diberitakan di media, ternyata terdapat<\/p>\n<p>orang tua lainnya yang menghubungi media berita setempat mengenai reaksi alergi berat yang<\/p>\n<p>dialami oleh putrinya yang berusia 17 tahun, yang membuatnya memerlukan perawatan di rumah<\/p>\n<p>sakit setempat.<\/p>\n<p>Selain reaksi alergi berat yang dapat membahayakan jiwa penerimanya, vaksin HPV ternyata<\/p>\n<p>juga memiliki beberapa efek samping lainnya seperti:<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Menopause dini atau kemandulan<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Narkolepsi (sejenis gangguan tidur)<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Gangguan autoimun<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Sindrom Guillain Barre<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Stroke<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Emboli pembuluh darah vena<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Apendisitis (radang usus buntu)<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Kejang<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Sinkop (pingsan)<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u00a2 Berbagai reaksi alergi<\/p>\n<p>Sumber: healthimpactnews<\/p>\n<p>Penjelasan &amp; Fakta :<\/p>\n<p>Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, kasus kanker di Indonesia terjadi sebanyak lebih kurang 330.000 orang dengan kasus terbesar adalah kanker serviks atau kanker leher rahim. Sementara itu, data dari WHO _Information Centre on HPV and Cervical Cancer_ menyatakan bahwa 2 dari 10.000 wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks.<\/p>\n<p>Program nasional pencegahan kanker leher rahim yang sudah dilaksanakan saat ini adalah dengan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Pencegahan kanker leher rahim akan semakin efektif jika dibarengi dengan melakukan upaya proteksi spesifik dengan memberikan imunisasi HPV.<\/p>\n<p>*Manfaat Imunisasi HPV*<\/p>\n<p>Hasil penelitian selama 14 tahun menunjukkan setelah mendapat imunisasi HPV penerima vaksin masih terproteksi 100% terhadap HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan imunisasi ulang (booster)<\/p>\n<p>Berdasarkan data WHO per September 2016 menunjukkan saat ini baru 67 dari 194 negara di dunia yang sudah mengimplementasikan program imunisasi HPV di negaranya, dan sudah banyak hasil dari penelitian yang valid dari negara-negara tersebut menunjukan manfaat yang bermakna untuk menurunkan beban penyakit kanker serviks dan penyakit terkait infeksi HPV lainnya.<\/p>\n<p>Imunisasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks dimana tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan sebanyak 2 kali pada kelompok umur wanita naif atau wanita yang belum pernah terinfeksi HPV yaitu pada populasi anak perempuan umur 9-13 tahun yang merupakan usia sekolah dasar.<\/p>\n<p>*Pelaksanaan Imunisasi HPV di Indonesia*<\/p>\n<p>Pemerintah merencanakan penambahan vaksin baru ke dalam program imunisasi nasional yaitu vaksin HPV dengan pemberian imunisasi HPV kepada siswi perempuan kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD\/MI dan sederajat baik negeri maupun swasta melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).<\/p>\n<p>Kegiatan pemberian imunisasi HPV melalui program BIAS ini diawali dengan pemberian imunisasi di lokasi percontohan yang memiliki angka prevalensi kanker serviks yang tinggi dan dipandang memiliki kesiapan dalam melaksanakan imunisasi HPV, yaitu provinsi DKI Jakarta mulai bulan Oktober 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun depan di dua kabupaten di provinsi DIY yaitu kabupaten Kulonprogo dan Gunung Kidul.<\/p>\n<p>Pelaksanaan imunisasi HPV dalam Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di DKI Jakarta sudah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).<\/p>\n<p>*Keamanan vaksin HPV*<\/p>\n<p>Sejak pertama kali mendapat izin edar pada tahun 2006, lebih dari 200 juta dosis vaksin HPV telah dipakai di seluruh dunia. WHO merekomendasikan agar vaksin HPV masuk dalam program imunisasi nasional.<\/p>\n<p>Badan WHO yaitu Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) mengumpulkan data post marketing surveilans dari Amerika Serikat, Australia, Jepang dan dari manufaktur. Data dikumpulkan dari tahun 2006, sejak pertama kali vaksin HPV diluncurkan sampai tahun 2014. Pada tanggal 12 Maret 2014, GACVS menyatakan tidak menemukan isu keamanan yang dapat merubah rekomendasi vaksinasi HPV.<\/p>\n<p>Center for Disease Control and Prevention ( US CDC) yang memantau keamanan pasca-lisensi dari Juni 2006 hingga Maret 2013 menunjukkan tidak ada masalah keamanan vaksin HPV. Atas dasar hasil ini, di Amerika Serikat, vaksin HPV tetap direkomendasikan dan digunakan sebagai vaksinasi rutin.<\/p>\n<p>*Klarifikasi isu imunisasi HPV menyebabkan kemandulan atau menopause dini*<\/p>\n<p>Premature Ovarian Failure (POF), sekarang disebut oleh komunitas ilmiah sebagai Primary Ovarian Insufficiency (POI), adalah istilah yang digunakan oleh praktisi medis ketika ovarium seorang wanita berhenti bekerja normal sebelum dia berusia 40 tahun. Hal ini jarang terjadi pada remaja. Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian POF ini dengan penggunaan vaksin HPV.<\/p>\n<p>Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.<\/p>\n<p>Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat<br \/>\nOscar Primadi<\/p>\n<p>Referensi : https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/823503\/kemenkes-bantah-vaksin-kanker-serviks-bikin-menopouse-dini<\/p>\n<p>https:\/\/www.viva.co.id\/gaya-hidup\/kesehatan-intim\/852771-vaksin-hpv-diisukan-bikin-menopause-dini-ini-kata-kemenkes<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/379864119012796\/<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2016\/11\/27\/klarifikasi-imunisasi-hpv-sebabkan-kemandulan-atau-menopause-dini\/\" target=\"_blank\">https:\/\/turnbackhoax.id\/2016\/11\/27\/klarifikasi-imunisasi-hpv-sebabkan-kemandulan-atau-menopause-dini\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[KLARIFIKASI] Imunisasi HPV Sebabkan Kemandulan Atau Menopause Dini November 27, 2016 Levy Nasution Fitnah \/ Hasut \/ Hoax 0 Sumber : Media Daring dokter.id Narasi : Kematian mendadak seorang remaja perempuan berusia 12 tahun di Waukesha, Wisconsin, beberapa jam setelah menerima vaksin HPV, Gardasil membuat keluarganya sangat terkejut dan membuat media setempat bertanya-tanya bagaimana hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6902,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5186"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5186\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}