{"id":5137,"date":"2019-04-06T19:35:26","date_gmt":"2019-04-06T19:35:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5137"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[KLARIFIKASI]-\"PERNYATAAN-PUBLIK-KEMETERIAN-KELAUTAN-DAN-PERIKANAN\";","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=5137","title":{"rendered":"[KLARIFIKASI] &#8220;PERNYATAAN PUBLIK KEMETERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN&#8221;;"},"content":{"rendered":"<div>\n<article id=\"post-1779\" class=\"post-1779 post type-post status-publish format-standard hentry category-fitnah-hasut-hoax\">\n<header class=\"entry-header mh-clearfix\">\n<h1 class=\"entry-title\">[KLARIFIKASI] &#8220;PERNYATAAN PUBLIK KEMETERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN&#8221;<\/h1>\n<p class=\"mh-meta entry-meta\">\n<span class=\"entry-meta-date updated\"><i class=\"fa fa-clock-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/\">November 3, 2017<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-author author vcard\"><i class=\"fa fa-user\"><\/i><a class=\"fn\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/author\/mafindo-hb4gmail-com\/\">Bentang Febrylian<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-categories\"><i class=\"fa fa-folder-open-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/category\/fitnah-hasut-hoax\/\" rel=\"category tag\">Fitnah \/ Hasut \/ Hoax<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-comments\"><i class=\"fa fa-comment-o\"><\/i><a class=\"mh-comment-scroll\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/03\/klarifikasi-pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/#mh-comments\">0<\/a><\/span>\n<\/p>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content mh-clearfix\">\n<p><a href=\"http:\/\/kkp.go.id\/2017\/11\/03\/pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/\">http:\/\/kkp.go.id\/2017\/11\/03\/pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/<\/a><\/p>\n<p>&#8220;<strong>PERNYATAAN PUBLIK KEMETERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN<\/strong><\/p>\n<p>Sehubungan dengan beredarnya informasi terkait isu adanya kandungan logam berat beracun menyerupai telur pada komoditas ikan Sarden atau Sardin di Indonesia,<br \/>\nKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal ini otoritas yang berwenang terhadap pengawasan keamanan produk hasil perikanan menyatakan bahwa informasi<br \/>\ntersebut tidak benar. Oleh karena itu, KKP perlu untuk meluruskan isu tersebut dengan penjelasan sebagai berikut :<\/p>\n<p>1. Jenis ikan yang saat ini ramai diberitakan adalah bukan di Indonesia ataupun berasal dari perairan Indonesia. Ikan Sardin jenis tersebut diketahui berasal<br \/>\ndari kelompok Family Clupeidae, namun secara morfologis tidak mirip dengan ikan Siro (Amblygaster sirm) maupun Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) yang terdapat<br \/>\ndi Indonesia, yang menjadi bahan sardin kalengan atau ikan asin.<\/p>\n<p>2. Pada kasus Ikan Sardin yang ramai diberitakan, benda mirip telur atau kristal di dalam perut makanan Ikan Sardin kaleng yang dianggap tumor atau kanker<br \/>\nberbahaya tersebut merupakan Glugea sardinellensis (sejenis protozoa). Glugea mampu membuat sel-sel disekelilingnya menyerupai bola untuk membentuk perisai.<br \/>\nSel berbentuk telur ini dapat bertumbuh hingga ukuran 1-18 mm yang disebut dengan Xenoma. Di mana ikan tumbuh dalam kelompok besar, Glugea akan menyebar<br \/>\nlebih banyak. Jadi dapat dipastikan bahwa benda mirip telur atau kristal tersebut bukan diakibatkan oleh kandungan logam berat sebagaimana diberitakan.<\/p>\n<p>3. Parasit ini tidak menginfeksi pada manusia dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi jika terlebih dahulu dibersihkan, dicuci, dan direbus dengan benar. Glugea<br \/>\nsebenarnya bukanlah penyakit aneh, langka, atau pun berbahaya sehingga tidak perlu dihindari.<\/p>\n<p>4. Ikan Sardin di Indonesia umumnya dijual dalam bentuk kemasan kaleng dan sudah melalui tahap jaminan mutu dan keamanan pangan yang sangat ketat melalui<br \/>\nsertifikasi SKP, HACCP, MD dan sekarang SPPT SNI. Hal itu mengacu kepada standar FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations) atau Organisasi<br \/>\nPangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga aman dikonsumsi.<\/p>\n<p>5. Persyaratan mutu dan keamanan produk Ikan Sardin dalam kemasan salah satunya adalah cemaran logam (Hg, Pb, Cd, Sn dan Arsen) di bawah batas yang di ijinkan.<br \/>\nJika salah satu logam berat melebihi ambang batas maka sertifikat mutu di atas tidak akan diterbitkan.<\/p>\n<p>6. Saat proses produksi, cara pengolahan dan sanitasi sudah diterapkan dengan baik. Sudah semestinya jika terlihat butiran seperti telur ikan akan otomatis<br \/>\ndibersihkan karena kasat mata.<\/p>\n<p>7. Jika diduga butiran telur itu adalah parasit dan masih tertinggal dalam produknya, maka parasit dan sporanya sudah pasti mati, karena sarden dalam kemasan<br \/>\nkaleng telah melalui proses pemanasan tinggi (sterilisasi) dengan persyaratan pangan sterilisasi komersial.<\/p>\n<p>8. Apabila ikan sudah dikeluarkan dari kaleng, dan dibiarkan lama di suhu ruang, makan akan terjadi kontaminasi yang memungkinkan ulat\/belatung berada dalam<br \/>\nproduk sarden kaleng. Ini tentu merupakan kelalaian fatal dari konsumen.<\/p>\n<p>9. Konsumen diharapkan lebih cermat dan teliti dalam melihat tanggal kadaluarsa yang tercantum dalam kemasan kaleng.<\/p>\n<p>Demikian pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.<\/p>\n<p>Jakarta, 1 November 2017<br \/>\nBiro Kerja Sama dan Humas KKP&#8221;<\/p>\n<p>CATATAN: sudah dibahas di post sebelumnya di <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/548792328786640\/\">https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/548792328786640\/<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1780\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-kkp.png\" alt=\"\" width=\"1220\" height=\"840\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-kkp.png 1220w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-kkp-300x207.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-kkp-768x529.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-kkp-1024x705.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 1220px) 100vw, 1220px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1781\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-kkp.png\" alt=\"\" width=\"523\" height=\"840\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-kkp.png 523w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-kkp-187x300.png 187w\" sizes=\"(max-width: 523px) 100vw, 523px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/03\/klarifikasi-pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/\" target=\"_blank\">https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/03\/klarifikasi-pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[KLARIFIKASI] &#8220;PERNYATAAN PUBLIK KEMETERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN&#8221; November 3, 2017 Bentang Febrylian Fitnah \/ Hasut \/ Hoax 0 http:\/\/kkp.go.id\/2017\/11\/03\/pernyataan-publik-kemeterian-kelautan-dan-perikanan\/ &#8220;PERNYATAAN PUBLIK KEMETERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Sehubungan dengan beredarnya informasi terkait isu adanya kandungan logam berat beracun menyerupai telur pada komoditas ikan Sarden atau Sardin di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal ini otoritas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6902,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5137"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5137\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}