{"id":3765,"date":"2019-04-06T19:34:40","date_gmt":"2019-04-06T19:34:40","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=3765"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[DISINFORMASI]-\"SAPI-MENANGIS-PELUK-PEMIKNYA-SEBELUM-DISEMBELIH\";","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=3765","title":{"rendered":"[DISINFORMASI] &#8220;SAPI MENANGIS PELUK PEMIKNYA SEBELUM DISEMBELIH&#8221;;"},"content":{"rendered":"<div>\n<article id=\"post-1730\" class=\"post-1730 post type-post status-publish format-standard hentry category-fitnah-hasut-hoax\">\n<header class=\"entry-header mh-clearfix\">\n<h1 class=\"entry-title\">[DISINFORMASI] &#8220;SAPI MENANGIS PELUK PEMIKNYA SEBELUM DISEMBELIH&#8221;<\/h1>\n<p class=\"mh-meta entry-meta\">\n<span class=\"entry-meta-date updated\"><i class=\"fa fa-clock-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/\">November 2, 2017<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-author author vcard\"><i class=\"fa fa-user\"><\/i><a class=\"fn\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/author\/mafindo-hb4gmail-com\/\">Bentang Febrylian<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-categories\"><i class=\"fa fa-folder-open-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/category\/fitnah-hasut-hoax\/\" rel=\"category tag\">Fitnah \/ Hasut \/ Hoax<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-comments\"><i class=\"fa fa-comment-o\"><\/i><a class=\"mh-comment-scroll\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/02\/disinformasi-sapi-menangis-peluk-pemiknya-sebelum-disembelih\/#mh-comments\">0<\/a><\/span>\n<\/p>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content mh-clearfix\">\n<p><strong>=SUMBER=<\/strong><br \/>\n<strong>(1)<\/strong> Post dari salah satu anggota yang terpaksa dihapus karena tidak segera disunting. Anggota baru, sepertinya belum paham dengan aturan FAFHH.<br \/>\n<strong>(2)<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/nauranavella.nafizasyahwa\/posts\/266984970480622\">https:\/\/www.facebook.com\/nauranavella.nafizasyahwa\/posts\/266984970480622<\/a>, sudah dibagikan 56.979 kali dan dikomentari 60.000 kali ketika tangkapan layar diambil.<\/p>\n<p><strong>=NARASI=<\/strong><br \/>\n&#8220;SUBHABALLAH&#8230;.KASIHAN&#8230;..SAPI MENANGIS PELUK PEMIKNYA SEBELUM DISEMBELIH&#8230;&#8230;.DAN DAN DAGING BERLAPADZ ALLAH&#8230;&#8230;.MOGA YANG LIKE KOMENTAR SERTA BERBAGI MENDAPAT RIZKI YANG TAK DI SANGKA SANGKA &#8230;.AAMIIN ALLAH HUMMA AAMIIN&#8230;..ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULOHI WABAROKATUH SAHABAT (&#8230;.MOGA BERKENAN DI HATI&#8230;..NIAT BAIK KARENA ALLAH&#8230;&#8230;..YANG ENGGA SUKA ABAIKAN..ALLAH HUAKBAR&#8230;&#8230;&#8230;KUASA ALLAH&#8230;&#8221;.<\/p>\n<p><strong>=PENJELASAN=<\/strong><br \/>\n<strong>(1)<\/strong> &#8220;Ternyata banyaknya \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; akan mempengaruhi pendapatan si pemilik akun yang suka ngemis postingannya di like tersebut. Biasanya setiap 100.000 \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; yang di dapat oleh satu postingan akan dihargai sekitar Rp2 juta. Siapa yang beli? Tentunya mereka-mereka yang memiliki kepentingan, misalnya produk iklan. Semakin \u00e2\u20ac\u0153like-nya&#8221; banyak, maka produk tersebut pastinya akan mendapatkan perhatian dari para netizen lain yang merupakan calon konsumen. Padahal \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; tersebut juga fake alias palsu.&#8221;.<br \/>\n<strong>(2)<\/strong> Sumber-sumber berita tidak ada yang menyebutkan bahwa sapi tersebut menangis.<br \/>\n<strong>(3)<\/strong> &#8220;Ternyata usut punya usut hal ini memang umum terjadi.<br \/>\nMenurut penjelasan beberapa orang, daging hewan kurban terutama sapi di bagian tertentu memang sering ditemukan yang menyerupai lafadz Allah.<br \/>\nBagian daging sapi yang dimaksud disebut Sengkel atau Shank.&#8221;.<\/p>\n<p><strong>=REFERENSI=<\/strong><br \/>\n<strong>(1)<\/strong> \u00a0<a href=\"http:\/\/www.bintang.com\/lifestyle\/read\/2889448\/keuntungan-yang-didapat-oleh-para-pengemis-like-di-facebook\">http:\/\/www.bintang.com\/lifestyle\/read\/2889448\/keuntungan-yang-didapat-oleh-para-pengemis-like-di-facebook<\/a><br \/>\n&#8220;VIRAL<br \/>\nKeuntungan yang Didapat oleh Para Pengemis Like di Facebook<br \/>\nGadis Abdul<br \/>\n17 Mar 2017, 13:14 WIB<br \/>\nMungkin kamu tidak merasakan secara langsung, tapi inilah kerugian yang kamu dapat jika sembarangan ngasih &#8220;like&#8221; ke postingan nggak jelas. (Foto: Facebook)<br \/>\nBintang.com, Jakarta Postingan nggak jelas memang tidak cuma ada di Facebook, kamu pasti juga akan menemukan di sosial media lainnya. Jadi, sebaiknya kamu jangan terlalu gampang memberikan \u00e2\u20ac\u0153like&#8221;, \u00e2\u20ac\u0153love&#8221;, atau berkomentar \u00e2\u20ac\u0153Yes, Amin&#8221;, dan sebagainya. Karena faktanya banyak kejahatan yang terjadi lewat \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; tersebut.<br \/>\nBeberapa waktu lalu seorang netizen bernama Didik Nugroho menceritakan pengalamannya yang kini tengah menjadi viral. Diceritakan, Didik baru saja berhasil mengerjai salah satu pemilik akun Facebook nggak jelas yang suka meminta postingannya di like. Ya, meskipun nggak jelas namun karena yang diposting biasanya adalah foto-foto menyedihkan, nggak heran kalau dalam satu postingan saja bisa dapat ribuan \u00e2\u20ac\u0153like&#8221;.<br \/>\nTernyata banyaknya \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; akan mempengaruhi pendapatan si pemilik akun yang suka ngemis postingannya di like tersebut. Biasanya setiap 100.000 \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; yang di dapat oleh satu postingan akan dihargai sekitar Rp2 juta. Siapa yang beli? Tentunya mereka-mereka yang memiliki kepentingan, misalnya produk iklan. Semakin \u00e2\u20ac\u0153like-nya&#8221; banyak, maka produk tersebut pastinya akan mendapatkan perhatian dari para netizen lain yang merupakan calon konsumen. Padahal \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; tersebut juga fake alias palsu.<br \/>\nHati-hati! Jangan langsung kasih &#8220;like&#8221; atau mengomentari dengan kata &#8220;amin&#8221;&#8230; (Foto: Facebook)<br \/>\nPembahasan soal postingan yang meminta di like ini juga sebenarnya sudah lama diulas oleh ahli mesin pencari Next Digital di Melbourne, Australia, Daylan pearce di dalam blognya. Jika halaman sudah mendapatkan ribuan \u00e2\u20ac\u0153like&#8221;, maka halaman akan memiliki posisi tertinggi dalam News Feed para pengguna Facebook. Dari situlah \u00e2\u20ac\u0153Like&#8221; akan memberikan banyak keuntungan.<br \/>\nPearce menjelaskan jika semakin banyak \u00e2\u20ac\u0153like&#8221; dan \u00e2\u20ac\u0153share&#8221; atau pun komentar yang didapat dalam sebuah postingan, maka peluang untuk mendapatkan keuntungan juga semakin banyak, mau itu dalam jangka waktu yang pendek atau panjang. Begitu sebuah halaman sudah mendapatkan 700 ribu &#8220;like&#8221; (dengan cara menipu), maka halaman itu akan dijual kepada orang lain. Informasi halaman pun diubah, bukan lagi soal kanker, binatang dan sebagainya, tapi untuk mempromosikan sebua bisnis.&#8221;.<br \/>\n.<br \/>\n<strong>(2)<\/strong> \u00a0<a href=\"http:\/\/bangka.tribunnews.com\/2017\/09\/03\/heboh-daging-berlafaz-allah-fotonya-tersebar-padahal-ini-yang-terjadi-sebenarnya?page=all\">http:\/\/bangka.tribunnews.com\/2017\/09\/03\/heboh-daging-berlafaz-allah-fotonya-tersebar-padahal-ini-yang-terjadi-sebenarnya?page=all<\/a><br \/>\n&#8220;Home  \u00bb Lifestyle  \u00bb Lainnya<br \/>\nHeboh Daging Berlafaz Allah, Fotonya Tersebar. Padahal Ini yang Terjadi Sebenarnya<br \/>\nMinggu, 3 September 2017 11:18<br \/>\nDaging sapi berlafazkan Allah ketika ditemukan Hj Rosmaini Syafrie MK (75) warga Wisma Melati Sekayu Jl Let H Nur No .100 Sekayu Muba.<br \/>\nBANGKAPOS.COM &#8211; Dua hari setelah Idul Adha suasana hari raya kurban masih terasa.<br \/>\nSebab mungkin daging hewan kurban yang dibagikan oleh panitia belum semuanya diolah jadi makanan.<br \/>\nAda yang mengguyur daging tersebut sedikit demi sedikit, misal dengan cara dibakar saat berkumpul bersama teman.<br \/>\nAda pula yang dibuat sate dan beragam menu olahan makanan berbahan daging.<br \/>\nMeskipun penyembelihan hewan kurban sudah dilakukan tapi daging masih tersimpan di lemari es.<br \/>\nNah, setiap momen Idul Adha selalu heboh beredar foto seperti ini.<br \/>\nFoto yang memperlihatkan daging hewan kurban yang membentuk lafadz Allah.<br \/>\nSontak, foto-foto ini mendapat sambutan dari para warga.<br \/>\nBanyak yang menganggap unik dan aneh karena jarang ditemukan.<br \/>\nBaca: Pengantin Baru Salah Kamar, Semalaman Tidur dengan Pria Lain Tapi Ngaku Diperkosa, Endingnya Begini<br \/>\nBegitu juga tahun ini, Idul Adha 1438 H telah berlalu dan hal menarik ditemukan.<br \/>\nBeberapa orang mengunggah foto daging hewan kurban yang membentuk lafadz Allah.<br \/>\nMereka mengunggah foto itu ke media sosial seperti yang dilakukan akun @arrofi015.<br \/>\nBaca: Baru Sadar, Usai Dikalahkan Malaysia, Ternyata Kita Telah Tertipu Sebenarnya Ini yang Terjadi<br \/>\nAkun @arrofi015 mengunggah foto daging kurban yang ditemukannya ini ke Instagram.<br \/>\nDia menulis, &#8220;Subkhanallah. Daging qurban berlafadz Allah *Realpic&#8221;.<br \/>\nTerlihat beberapa daging kurban terlihat seperti membentuk lafadz Allah setelah dipotong.<br \/>\nFoto dari akun @arrofi015 ini didapatkan dari Desa Dukuhturi, Kota Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.<br \/>\nTidak hanya di satu tempat ini saja ditemukan daging hewan kurban yang membentuk lafadz Allah.<br \/>\nAda postingan serupa yang menunjukkan daging kurban juga membentuk lafadz Allah di daerah lainnya.<br \/>\nBaca: Hina Jamaah yang Mau Shalat Idul Adha ke Masjid, Wanita Ini dapat Perlakuan Tak Diduga-duga<br \/>\nKali ini diunggah oleh akun @shella_12ahma , dia menulis:<br \/>\n&#8220;Masya Allah,,Allahu Akbar,,<br \/>\nSalah satu bagian daging sapi yang dipotong membentuk lafadz Allah dalam bahasa arab. Kejadian ini terjadi di Daerah Prawasan Barat, Kedungwuni, Kab.Pekalongan | Via @Very_stefano&#8221;<br \/>\nTernyata usut punya usut hal ini memang umum terjadi.<br \/>\nBaca: Suami Meninggal, Tanpa Gaji Istri Mampu Menafkahi 8 Orang Anaknya, Ternyata Ini Rahasianya!<br \/>\nMenurut penjelasan beberapa orang, daging hewan kurban terutama sapi di bagian tertentu memang sering ditemukan yang menyerupai lafadz Allah.<br \/>\nBagian daging sapi yang dimaksud disebut Sengkel atau Shank.<br \/>\n&#8220;Sengkel berasal dari bagian depan atas kaki sapi. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar sup, soto dan bakso urat.&#8221; tulis dikutip dari putrasantosobeefsupplier.blogspot.co.id.<br \/>\nBaca: Suami Tak Sadar Istrinya Dicabuli Pria Lain, Ritual Cuci Alat Vital Terbongkar Usai Pengakuan Istri<br \/>\n&#8220;Bahasa inggrisnya shank. Sifat dari potongan daging jenis Sengkel adalah keras,kering (sedikit lemak) dan berotot,&#8221; imbuhnya.<br \/>\nSengkel kerap dimasak menjadi makanan yang rendah lemak, karena kadar lemaknya sedikit.<br \/>\nMenurut penjelasan netizen bagian sengkel ini memang sering ditemukan berbentuk lafadz Allah.<br \/>\nSehingga, sebenarnya tidak ada yang aneh dari bentuk tersebut.<br \/>\nJadi tidak boleh terlalu berlebihan menyikapi temuan daging berlafadz Allah tersebut.<br \/>\n&#8220;Saya tau itu daging betis, biasa disebut shank karena daging itu merupakan daging yg banyak serat dan sering kali terlihat lafadz allah&#8221; tulis @dikkdikk_iiiiiii.<br \/>\nBaca: Dipacari 4 Tahun Kekasih Dinikahi Orang Lain, Pria Ini Lakukan Hal Tak Terduga di Pelaminan<br \/>\n&#8220;Daging sengkel memang sering ada lafadz allah nyaa&#8221; tulis @prasetiyoanggi.<br \/>\n&#8220;Itu sengkel\/shank. Bagian betis, bentuknya emang gitu si setau saya,&#8221; tulis @batal.putih<br \/>\nNamun beberapa orang selalu lebih dulu kagum dan menganggap itu adalah kebesaran Allah.<br \/>\n&#8220;Merinding liat nya saya&#8221; tulis @agus_hariyanto4501.<br \/>\n&#8220;Merinding kagum subhanallah&#8221; tulis @diantriandriyani<br \/>\n&#8220;Subhanallah, inilah inilah salah satu kuasa allah..!!!&#8221; tulis @deny_shaputra089. (TribunStyle.com\/Rifan Aditya)<br \/>\nTags dagingAllahHewan Kurban<br \/>\nBaca Juga<br \/>\nSubhanallah, Semut Gotong Royong Bikin Lafaz Allah di Tepi Jalan<br \/>\nMau Berburu Daging Ikan Pari Tanjung? Disini Tempatnya<br \/>\nKonsumsi Sapi di Babel Capai 13.000 ekor Pertahun<br \/>\nTahun Depan Pengusaha Sawit Harus Memelihara Sapi<br \/>\nPT Timah dan Mitra Serahkan 117 Sapi Kurban<br \/>\nEditor: Alza Munzi<br \/>\nSumber: TribunStyle.com&#8221;.<br \/>\n.<br \/>\n<strong>(3)<\/strong> \u00a0<a href=\"https:\/\/www.brilio.net\/wow\/potret-kasih-sayang-sapi-kurban-kepada-majikannya-ini-viral-1708060.html\">https:\/\/www.brilio.net\/wow\/potret-kasih-sayang-sapi-kurban-kepada-majikannya-ini-viral-1708060.html<\/a><br \/>\n&#8220;BRILIO.NET  \u00bb WOW<br \/>\nIsmarlina Mokodompit 07 Agustus 2017 08:39<br \/>\nPotret kasih sayang sapi kurban kepada majikannya ini viral<br \/>\nSapi itu diberi nama kesayangan.<br \/>\nBrilio.net &#8211; Siapa bilang hewan tak mempunyai perasaan kasih sayang terhadap majikannya? Foto seorang wanita dipeluk oleh sapi peliharaannya ini jadi buktinya. Wanita paruh baya itu diketahui bernama Faridah Lebai Abdullah (61) dan sapi peliharaannya dikenal dengan panggilan Cik Ah. Potret kasih sayang yang ditunjukkan Cik Ah kepada Faridah viral di media sosial usai diunggah oleh menantunya, Mohd Zaidi Desa.<br \/>\nCik Ah dilahirkan pada November tahun lalu namun sapi berwarna coklat muda itu bakal dikorbankan pada Hari Raya Idul Adha beberapa minggu lagi.<br \/>\nAnak Faridah, Norgariza Saadin (28) berkata kemesraan mulai timbul selepas ia dan emaknya melihat sendiri Cik Ah dilahirkan. Norgariza mengungkapkan sebelumnya tugas menjaga kesembilan ekor lembu milik keluarganya itu adalah di bawah tanggung jawab almarhum ayahnya, Saadin Kasa. Namun selepas kepergian sang ayah pada 30 Agustus 2015, emak mengambil alih peran tersebut.<br \/>\n&#8220;Cik Ah dilahirkan di depan mata kami sendiri dan memang seekor lembu yang manja. Kami menjaga Cik Ah di dalam kawasan rumah sahaja dan mengajarnya bermain seperti kucing dengan menyentuh lembut di bawah tengkuknya dan bagi lembu itu jilat tangan. Walaupun sayangkan Cik Ah, tetapi emak tetap berhasrat untuk korbankannya pada Hari Raya Aidiladha ini. Biasanya kalau upacara korban, emak takkan tengok, pegang apatah lagi makan daging lembu korban tersebut,&#8221; kata Norgariza seperti dikutip brilio.net dari siakapkeli, Minggu (6\/8).&#8221;.<br \/>\n.<br \/>\n<strong>(4)<\/strong> <a href=\"http:\/\/www.siakapkeli.my\/2017\/08\/kasih-cik-ah-kepada-tuannya-lembu-peluk.html\">http:\/\/www.siakapkeli.my\/2017\/08\/kasih-cik-ah-kepada-tuannya-lembu-peluk.html<\/a>, sumber dari laman di poin <strong>(3)<\/strong><br \/>\n&#8220;HOME  \u00b7 SAFE  \u00b7 SEMASA  \u00b7 UTAMA<br \/>\n(Video) &#8216;Kasih Cik Ah Kepada Tuannya&#8217; &#8211; &#8216;Lembu Manja Peluk Tuan&#8217; Bakal Jadi Korban Aidiladha Ini<br \/>\nAnda mahu berkongsi berita ini?<br \/>\nFacebook Google+ Twitter<br \/>\nSiapa kata haiwan ternakan tidak mempunyai perasaan kasih sayang terhadap tuannya?<br \/>\nFoto seorang wanita warga emas dipeluk oleh lembu belaannya menjadi viral selepas dimuatnaik di Facebook.<br \/>\nWanita warga emas itu adalah Faridah Lebai Abdullah, 61, manakala lembu ternakannya itu dikenali sebagai Cik Ah.<br \/>\nCik Ah dilahirkan pada November tahun lalu namun ia bakal dikorbankan pada Hari Raya Aidiladha tidak lama lagi.<br \/>\nAnak Faridah, Norgariza Saadin, 28, berkata kemesraan mula timbul selepas dia dan emaknya melihat sendiri Cik Ah dilahirkan.<br \/>\nKatanya, sebelum ini tugas menjaga kesemua sembilan ekor lembu milik keluarganya itu adalah di bawah tanggungjawab Allahyarham bapanya, Saadin Kasa namun selepas pemergian ayahnya pada 30 Ogos 2015, emak mengambil alih peranan tersebut.<br \/>\n\u00e2\u20ac\u0153Cik Ah dilahirkan di depan mata kami sendiri dan memang seekor lembu yang manja. Kami menjaga Cik Ah di dalam kawasan rumah sahaja dan mengajarnya bermain seperti kucing dengan menyentuh lembut di bawah tengkuknya dan bagi lembu itu jilat tangan.<br \/>\n\u00e2\u20ac\u0153Walaupun sayangkan Cik Ah tetapi emak tetap berhasrat untuk korbankannya pada Hari Raya Aidiladha ini. Biasanya kalau upacara korban, emak takkan tengok, pegang apatah lagi makan daging lembu korban tersebut,&#8221; katanya sebagaimana lapor Utusan Online.<br \/>\nSebelum ini, foto keakraban Cik Ah dan Faridah dimuat naik di Facebook oleh menantunya, Mohd Zaidi Desa.<br \/>\nSumber: Utusan Online&#8221;.<br \/>\n.<br \/>\n<strong>(5)<\/strong> <a href=\"http:\/\/www.utusan.com.my\/berita\/nasional\/video-cik-ah-si-lembu-manja-bakal-jadi-korban-1.511129\">http:\/\/www.utusan.com.my\/berita\/nasional\/video-cik-ah-si-lembu-manja-bakal-jadi-korban-1.511129<\/a>, sumber dari laman di poin (4)<br \/>\n&#8220;[VIDEO] Cik Ah si lembu manja bakal jadi korban<br \/>\nLembu manja Faridah<br \/>\nFARIDAH LEBAI ABDULLAH bakal menjadikan lembu manjanya yang diberi nama Cik Ah sebagai korban pada Hari Raya Aidiladha ini. &#8211; MEDIA SOSIAL\/UTUSAN<br \/>\nAhmad Shazwan Md. Yusof<br \/>\nshazwan.yusof@utusan.com.my<br \/>\n04 Ogos 2017 4:31 PM<br \/>\nKUALA LUMPUR 4 Ogos &#8211; Ikatan kasih sayang antara manusia dan haiwan yang dipupuk sejak sekian lama menjadi pengikat kemesraan antara warga emas, Faridah Lebai Abdullah, 61, dan lembu ternakannya yang diberi nama Cik Ah.<br \/>\nVideo dari MEDIA SOSIAL \/ Perbualan telefon antara wartawan Utusan Online bersama anaknya, Norfariza Saadin.<br \/>\nKemesraan itu jelas terlihat pada wajah Faridah dan Cik Ah, yang lahir pada November tahun lalu itu biarpun haiwan peliharaan berkenaan bakal dikorbankan pada Hari Raya Aidiladha ini.<br \/>\nAnak Faridah, Norfariza Saadin, 28, berkata, keakraban serta kasih sayang mula timbul selepas dia dan emaknya melihat dengan mata sendiri Cik Ah dilahirkan kerana itu kali pertama mereka menyaksikan kejadian tersebut.<br \/>\nKatanya, sebelum ini tugas menjaga kesemua sembilan ekor lembu milik keluarganya itu adalah di bawah tanggungjawab Allahyarham bapanya, Saadin Kasa namun selepas pemergian ayahnya pada 30 Ogos 2015, emak mengambil alih peranan tersebut.<br \/>\n\u00e2\u20ac\u0153Cik Ah dilahirkan di depan mata kami sendiri dan memang seekor lembu yang manja. Kami menjaga Cik Ah di dalam kawasan rumah sahaja dan mengajarnya bermain seperti kucing dengan menyentuh lembut di bawah tengkuknya dan bagi lembu itu jilat tangan.<br \/>\n\u00e2\u20ac\u0153Walaupun sayangkan Cik Ah tetapi emak tetap berhasrat untuk korbankannya pada Hari Raya Aidiladha ini. Biasanya kalau upacara korban, emak takkan tengok, pegang apatah lagi makan daging lembu korban tersebut,&#8221; katanya ketika dihubungi Utusan Online di sini hari ini.<br \/>\nGambar Faridah bersama lembunya tular di media sosial selepas dimuat naik sendiri oleh menantunya, Mohd. Zaidi Desa yang turut memberitahu bahawa haiwan peliharaan berkenaan bakal menjadi binatang korban sempena Hari Raya Aidiladha ini.<br \/>\nStatus berkenaan mendapat 921 reaksi daripada pengguna Facebook serta dikongsikan sebanyak 181 kali.<br \/>\nDalam pada itu, Norfariza memberitahu, emaknya turut mempunyai seekor lagi lembu yang jinak seperti Cik Ah yang dinamakan Syaaban, dinamakan sempena kelahiran haiwan tersebut pada salah satu bulan dalam kalendar Islam. &#8211; UTUSAN ONLINE&#8221;.<\/p>\n<p>SUMBER: <a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/549925602006646\/\">https:\/\/www.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/549925602006646\/<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1731\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-ngemis-sapi-.png\" alt=\"\" width=\"523\" height=\"841\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-ngemis-sapi-.png 523w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/01-ngemis-sapi--187x300.png 187w\" sizes=\"(max-width: 523px) 100vw, 523px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1732\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-ngemis-sapi-.png\" alt=\"\" width=\"528\" height=\"840\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-ngemis-sapi-.png 528w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/02-ngemis-sapi--189x300.png 189w\" sizes=\"(max-width: 528px) 100vw, 528px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1733\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/03-ngemis-sapi-.png\" alt=\"\" width=\"523\" height=\"840\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/03-ngemis-sapi-.png 523w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/03-ngemis-sapi--187x300.png 187w\" sizes=\"(max-width: 523px) 100vw, 523px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-1734\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/04-ngemis-sapi--1024x827.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"827\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/04-ngemis-sapi--1024x827.png 1024w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/04-ngemis-sapi--300x242.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/04-ngemis-sapi--768x620.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/04-ngemis-sapi-.png 1040w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-1735\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/05-ngemis-sapi--1024x819.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"819\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/05-ngemis-sapi--1024x819.png 1024w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/05-ngemis-sapi--300x240.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/05-ngemis-sapi--768x614.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/05-ngemis-sapi-.png 1050w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1736\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/06-ngemis-sapi-.png\" alt=\"\" width=\"736\" height=\"840\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/06-ngemis-sapi-.png 736w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/06-ngemis-sapi--263x300.png 263w\" sizes=\"(max-width: 736px) 100vw, 736px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1737\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/07-ngemis-sapi-.png\" alt=\"\" width=\"885\" height=\"841\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/07-ngemis-sapi-.png 885w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/07-ngemis-sapi--300x285.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/07-ngemis-sapi--768x730.png 768w\" sizes=\"(max-width: 885px) 100vw, 885px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-1738\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/08-ngemis-sapi--1024x836.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"836\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/08-ngemis-sapi--1024x836.png 1024w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/08-ngemis-sapi--300x245.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/08-ngemis-sapi--768x627.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/08-ngemis-sapi-.png 1030w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-1739\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi--1024x759.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"759\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi--1024x759.png 1024w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi--300x222.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi--768x569.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi--80x60.png 80w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/09-ngemis-sapi-.png 1134w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/02\/disinformasi-sapi-menangis-peluk-pemiknya-sebelum-disembelih\/\" target=\"_blank\">https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/02\/disinformasi-sapi-menangis-peluk-pemiknya-sebelum-disembelih\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[DISINFORMASI] &#8220;SAPI MENANGIS PELUK PEMIKNYA SEBELUM DISEMBELIH&#8221; November 2, 2017 Bentang Febrylian Fitnah \/ Hasut \/ Hoax 0 =SUMBER= (1) Post dari salah satu anggota yang terpaksa dihapus karena tidak segera disunting. Anggota baru, sepertinya belum paham dengan aturan FAFHH. (2) https:\/\/www.facebook.com\/nauranavella.nafizasyahwa\/posts\/266984970480622, sudah dibagikan 56.979 kali dan dikomentari 60.000 kali ketika tangkapan layar diambil. =NARASI= [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6900,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3765"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}