{"id":3724,"date":"2019-04-06T19:34:39","date_gmt":"2019-04-06T19:34:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=3724"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"[DISINFORMASI]-\"Dana-Haji-Melayang\";","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=3724","title":{"rendered":"[DISINFORMASI] &#8220;Dana Haji Melayang&#8221;;"},"content":{"rendered":"<div>\n<article id=\"post-3063\" class=\"post-3063 post type-post status-publish format-standard hentry category-fitnah-hasut-hoax\">\n<header class=\"entry-header mh-clearfix\">\n<h1 class=\"entry-title\">[DISINFORMASI] &#8220;Dana Haji Melayang&#8221;<\/h1>\n<p class=\"mh-meta entry-meta\">\n<span class=\"entry-meta-date updated\"><i class=\"fa fa-clock-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/\">November 30, 2017<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-author author vcard\"><i class=\"fa fa-user\"><\/i><a class=\"fn\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/author\/mafindo-hb4gmail-com\/\">Bentang Febrylian<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-categories\"><i class=\"fa fa-folder-open-o\"><\/i><a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/category\/fitnah-hasut-hoax\/\" rel=\"category tag\">Fitnah \/ Hasut \/ Hoax<\/a><\/span><br \/>\n<span class=\"entry-meta-comments\"><i class=\"fa fa-comment-o\"><\/i><a class=\"mh-comment-scroll\" href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/30\/disinformasi-dana-haji-melayang\/#mh-comments\">0<\/a><\/span>\n<\/p>\n<\/header>\n<div class=\"entry-content mh-clearfix\">\n<blockquote>\n<p><strong>&#8220;Tanggapan dari Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan: &#8220;Nilai penempatan dana haji pada SBSN pada jaman SBY mencapai 54,66 T., jumlah yang sangat besar bila dibandingkan penempatan dana haji sebesar 7,5T di pemerintahan Jokowi. Jadi tidak tepat bila dikatakan bahwa penempatan dana haji ini untuk membiayai &#8220;ambisi&#8221; presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur.&#8221;<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>SUMBER<\/strong><br \/>\n(1) <a href=\"https:\/\/goo.gl\/regfC1\">https:\/\/goo.gl\/regfC1<\/a>, sudah dibagikan 508 kali ketika tangkapan layar dibuat.<br \/>\n(2) <a href=\"https:\/\/goo.gl\/bgp1KM\">https:\/\/goo.gl\/bgp1KM<\/a>, laman yang dibagikan di post poin (1).<\/p>\n<p><strong>NARASI<\/strong><br \/>\n&#8220;Gara \u00b2 kasus Rina Nose Pesek.. Dana Haji Melayang ga ada yg tau?!&#8221;.<\/p>\n<p><strong>PENJELASAN<\/strong><br \/>\nTanggapan dari Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan: &#8220;Nilai penempatan dana haji pada SBSN pada jaman SBY mencapai 54,66 T., jumlah yang sangat besar bila dibandingkan penempatan dana haji sebesar 7,5T di pemerintahan Jokowi. Jadi tidak tepat bila dikatakan bahwa penempatan dana haji ini untuk membiayai &#8220;ambisi&#8221; presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur.&#8221;.<\/p>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><br \/>\n(1) <a href=\"https:\/\/goo.gl\/syBNBQ\">https:\/\/goo.gl\/syBNBQ<\/a>, &#8220;Penggunaan Dana Haji<br \/>\nSaya ingin menanggapi pengamat ekonomi Salamuddin Daeng yang menyatakan tentang penggunaan dana haji yng dipinjam oleh pemerintah Jokowi untuk membangun infrastruktur.<br \/>\nDikatakan bahwa pada 2014 pemerintah menggunakan dana sukuk haji 1,5 triliun untuk membangun kereta ganda di Cirebon-Kroya, Manggarai-Jatinegara dan Asrama Haji di berbagai daerah. Lalu pada tahun 2015 pemerintah menggunakan dana sukuk haji senilai 7,1 triliun untuk membangun jalir kereta api, jalan dan jembatan serta infrastruktur pendidikan tinggi agama.<br \/>\nYang pertama, penempatan dana haji pada Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) sudah dilakukan sejak tahun 2009, yaitu pada jaman pemerintahan SBY. Keputusan penempatan dana tersebut telah mengikuti aturan perundangan dan kaidah persyaratan syariah yang ada.<br \/>\nNilai penempatan dana haji pada SBSN pada jaman SBY mencapai 54,66 T., jumlah yang sangat besar bila dibandingkan penempatan dana haji sebesar 7,5T di pemerintahan Jokowi. Jadi tidak tepat bila dikatakan bahwa penempatan dana haji ini untuk membiayai &#8220;ambisi&#8221; presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur.<br \/>\nYang kedua, semua lembaga pengelola dana membutuhkan instrumen investasi untuk mendapatkan return\/imbal hasil yang dianggap menguntungkan untuk memutar modalnya. SBSN adalah salah satu instrumen investasi yang tersedia, sehingga banyak lembaga pengelola dana berinvestasi pada SBSN. Hal yang sama juga dilakukan oleh pengelola dana haji, yang menginvestasikan sebagian dananya pada SBSN untuk mendapatkan imbal hasil yang menguntungkan.<br \/>\nYang ketiga, ketika pengelola dana haji melakukan investasi pada SBSN, maka pemerintah akan mengembalikan dana pokoknya pada saat jatuh tempo dan memberikan imbal hasil sesuai market rate, sama dengan investor lainnya. Jadi penempatan dana haji pada SBSN bukanlah karena pemerintah ingin memanfaatkan dana umat.<br \/>\nYang keempat, sejak tahun 2009, pemerintah telah menerbitkan SBSN seri Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) bagi penempatan dana haji, dengan outstanding per 28 November 2017 sebesar Rp 36,697 T. Hingga saat ini, penerbitan SBSN seri SDHI digunakan untuk general financing (pembiayaan APBN secara umum) dan tidak digunakan untuk pembiayaan proyek secara spesifik (earmarked). Jadi apa yang diungkapkan oleh Salamudin Daeng adalah salah besar.<br \/>\nPemerintah selalu menerapkan prinsip transparansi, bertanggungjawab dan berlaku profesional dalam mengelola keuangan negara. Uang rakyat tidak boleh dicederai oleh kepentingan sesaat yang bersifat untuk keuntungan pribadi maupun golongan tertentu.<br \/>\nInilah cara pemerintah dalam mencintai dan merawat republik ini: menjaganya agar tidak pernah ingkar janji pada rakyat.<br \/>\n30 November 2017<br \/>\nNufransa Wira Sakti<br \/>\nKepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi<br \/>\nKementerian Keuangan&#8221;.<br \/>\n(2) <a href=\"https:\/\/goo.gl\/bgp1KM\">https:\/\/goo.gl\/bgp1KM<\/a>, &#8220;Salamuddin Daeng: Pemerintahan Jokowi Sudah Gunakan Dana Haji untuk Infrastruktur<br \/>\nPosted by lucky Date: 25-11-2017 | 10:26 in: Kolom (2) Comments Share<br \/>\nSalamuddin Daeng: Pemerintahan Jokowi Sudah Gunakan Dana Haji untuk Infrastruktur<br \/>\nFoto: Salamuddin Daeng. (ist)<br \/>\nOleh: Salamuddin Daeng*<br \/>\nJakarta, Swamedium.com \u00e2\u20ac\u201d Mengagetkan! Presiden Jokowi menginstruksikan agar dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur.<br \/>\nJangan lupa follow kanal Telegram kami disini<br \/>\nApa maksud pernyataan Presiden ini? bagiaman mungkin seorang presiden dapat berkata demikian ?<br \/>\nApakah Presiden tidak tahu bahwa selama ini dana haji telah digunakan untuk membangun infrastruktur? atau presiden tidak diberitahu oleh para pembantunya bahwa sejak pemerintahan Jokowi dana haji telah digunakan untuk membangun infrastruktur?<br \/>\nPernyataan Presiden Jokowi ini mengindikasikan bahwa pemerintah berbohong kepada publik. Bisa jadi presden yang berbohong, atau para pembantu presiden yang membohongi presiden.?<br \/>\nBerdasarkan laporan menteri keuangan, sampai dengan tahun 2016 jumlah dana haji yang dipinjam oleh pemerintah mencapai Rp. 35,65 triliun. Dana tersebut digunakan oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur.<br \/>\nInfrastruktur yang dibangun dengan sukuk haji tersebut adalah sebagai berikut :<br \/>\nTahun 2014 pemerintan menggunakan dana sukuk haji sebebesar Rp, Rp. 1,5 triliun untuk membangun kereta ganda Cirebon Kroya dibawah kementrian transportasi, kereta ganda Manggarai-Jatinegara di bawah kementerian Transportasi dan asrama haji di berbagai daerah.<br \/>\nTahun 2015 pemerintah menggunakan dana sukuk haji senilai Rp. 7,1 triliun untuk membangun jalur kereta api Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatra, dibawah menteri transportasi Jalan dan jembatan di berbagai propinsi di bawah menteri pekerjaan umum dan infrastruktur untuk pendidikan tinggi di bawah kementerian agama.<br \/>\nTahun 2016 pemerintah menggunakan dana sukuk haji untuk membangun infrastruktur senilai Rp. 13,67 triliun. Dana tersebut seluruh digunakan untuk melanjutkan proyek yang pada tahun 2016 sebagimana yang disebutkan di atas.<br \/>\nTotal dana sukuk haji yang telah dialokasikan pemerintahan Jokowi untuk membangun infrastruktur mencapai Rp. 22.27 triliun. Dengan demikian maka perintah Presiden Jokowi agar dana haji digunakan untuk membangun infrastruktur terdengar aneh, karena tidak mungkin presiden tidak tau tentang pemamnfaatan dana tersebut.<br \/>\nHal yang harus diperhatikan dalam hal penggunaan dana haji untuk infrastruktur ini adalah bahwa dana ini menurut UU harus dikelola secara nirlaba, yakni semua keuntungan hasil pengelolaan dana haji harus dikembalikan kepada jamaah haji sebagai pemilik dana.<br \/>\nApakah selama ini jamaah haji telah menerima bagi hasil sebagai keuantungan atas penempatan dana mereka dalam instrumen investasi dan surat utang negara? kalau belum, kemana keuantungan hasil pengelolaan dana ini mengalir ? (*\/ls)&#8221;.<\/p>\n<p>======<\/p>\n<p>Sumber: \u00a0<a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/564135097252363\/\">https:\/\/web.facebook.com\/groups\/fafhh\/permalink\/564135097252363\/<\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3064\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.45.32.png\" alt=\"\" width=\"1053\" height=\"844\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.45.32.png 1053w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.45.32-300x240.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.45.32-768x616.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.45.32-1024x821.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 1053px) 100vw, 1053px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3065\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45.png\" alt=\"\" width=\"1153\" height=\"844\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45.png 1153w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45-300x220.png 300w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45-768x562.png 768w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45-1024x750.png 1024w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.50.45-80x60.png 80w\" sizes=\"(max-width: 1153px) 100vw, 1153px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3066\" src=\"https:\/\/www.turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.53.00.png\" alt=\"\" width=\"569\" height=\"843\" srcset=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.53.00.png 569w, https:\/\/turnbackhoax.id\/wp-content\/uploads\/2017\/11\/Screen-Shot-2017-11-30-at-13.53.00-202x300.png 202w\" sizes=\"(max-width: 569px) 100vw, 569px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/30\/disinformasi-dana-haji-melayang\/\" target=\"_blank\">https:\/\/turnbackhoax.id\/2017\/11\/30\/disinformasi-dana-haji-melayang\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[DISINFORMASI] &#8220;Dana Haji Melayang&#8221; November 30, 2017 Bentang Febrylian Fitnah \/ Hasut \/ Hoax 0 &#8220;Tanggapan dari Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan: &#8220;Nilai penempatan dana haji pada SBSN pada jaman SBY mencapai 54,66 T., jumlah yang sangat besar bila dibandingkan penempatan dana haji sebesar 7,5T di pemerintahan Jokowi. Jadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6900,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3724"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3724"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3724\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}