{"id":2667,"date":"2019-04-06T19:34:09","date_gmt":"2019-04-06T19:34:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=2667"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"Penjelasan-Resmi-BMKG-Terkait-Ramalan-Gempa-Surabaya-Madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=2667","title":{"rendered":"Penjelasan Resmi BMKG Terkait Ramalan Gempa Surabaya-Madura"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"box\"><!-- Blog-item --><\/p>\n<div class=\"blog-item\">\n                        <a href=\"#\" class=\"blog-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stophoax.id\/storage\/app\/uploads\/public\/5be\/b49\/b0e\/5beb49b0ebf7f428157656.jpeg\" onerror=\"this.src='https:\/\/stophoax.id\/themes\/hoax-pedia\/assets\/images\/default.png'\" alt=\"Penjelasan Resmi BMKG Terkait Ramalan Gempa Surabaya-Madura\" \/><\/a><\/p>\n<h1 class=\"blog-name f-35\">Penjelasan Resmi BMKG Terkait Ramalan Gempa Surabaya-Madura<\/h1>\n<ul class=\"post-date\">\n<li>By <a href=\"#\">Kemkominfo<\/a><\/li>\n<li>Oct 21, 2018<\/li>\n<li>\n                                                                <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/bmkg\">BMKG<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/jpp\">JPP<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/klarifikasi\">KLARIFIKASI<\/a>                                                            <\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"blog-caption m-t-20\">\n<div class=\"blog-txt\">\n<p><strong>JPP, JAKARTA<\/strong>&#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi gempa di Surabaya-Madura. \u00a0<\/p>\n<p>Disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, potensi gempa bukan hanya ada di wilayah Surabaya dan Madura Jawa Timur. Melainkan, sambung dia, \u00a0di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal itu, menurut Kepala BMKG, bukan tanpa alasan. Mengingat, sambung dia, Indonesia berada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik yang terbentuk oleh gerak lempeng tektonik aktif.<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Cincin Api Pasifik adalah zona berbentuk tapal kuda dan menjadi zona sabuk gempa paling aktif di dunia. Bukan hanya Indonesia, negara lain seperti Jepang, Taiwan, dan Selandia Baru juga masuk dalam cincin api pasifik tersebut,&#8221; terangnya di Kantor BMKG Jakarta, Jumat (19\/10\/2018). \u00a0<\/p>\n<p>Oleh karena itu, lanjut Dwikorita, daripada meributkan ramalan dan prediksi gempa, lebih baik masyarakat bersama pemerintah dan stakeholder lainnya pro aktif mempersiapkan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. \u00a0\u00e2\u20ac\u0153Lakukan aktivitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu-isu yang dihembuskan oleh pihak yang ingin membuat kegaduhan dan kecemasan,&#8221; ujarnya. \u00a0<\/p>\n<p>Dwikorita mengatakan mitigasi bencana yang dapat dilakukan antara lain mengedukasi masyarakat tentang cara penyiapan perlindungan dan keselamatan sebelum, saat dan setelah gempa bumi. Hal lainnya, lanjut dia, adalah membangun bangunan dan infrastruktur yang sesuai &#8220;building code&#8221;\/persyaratan bangunan tahan gempa, menetapkan tata ruang wilayah berbasis peta rawan bencana, menyiapkan jalur evakuasi, dan membangun shelter untuk evakuasi vertikal dari ancaman tsunami di daerah pantai. \u00a0<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Jangan lupa senantiasa berdoa dan memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT. Hingga saat ini belum ada satupun negara dan tekhnologi yang mampu meramalkan dan memprediksi gempabumi,&#8221; tuturnya. \u00a0<\/p>\n<p><strong>Zona Sesar Aktif<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Geofisika BMKG,  \u00a0Dr. Ir. Muhammad Sadly, M. Eng,  \u00a0juga menjelaskan bahwa menurut \u00e2\u20ac\u0153Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia 2017&#8243;, secara geologis dan tektonik wilayah Kota Surabaya dan Madura berada pada jalur zona sesar aktif. Dalam hal ini wilayah Surabaya berada pada jalur zona Sesar Kendeng dan Madura berada pada jalur zona Sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala).<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan sejarah kegempaan (Visser 1922) tambah Sadly, jalur Sesar Kendeng pernah memicu terjadinya gempabumi merusak di Mojokerto (1836,1837), Madiun (1862, 1915) dan Surabaya (1867). Sedangkan Sesar RMKS juga pernah memicu terjadinya gempabumi merusak di Rembang-Tuban (1836), Sedayu (1902), Lamongan (1939), Sumenep (13 Juni 2018 dan 11 Oktober 2018 ). \u00a0<\/p>\n<p>\u00e2\u20ac\u0153Saya berharap masyarakat tetap tenang namun waspada. Pemerintah melalui BMKG terus memantau gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia selama 24 Jam penuh setiap harinya,&#8221; imbuhnya. (bmkg)<\/p>\n<p>                            <\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/penjelasan-resmi-bmkg-terkait-ramalan-gempa-surabaya-madura\" target=\"_blank\">https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/penjelasan-resmi-bmkg-terkait-ramalan-gempa-surabaya-madura<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penjelasan Resmi BMKG Terkait Ramalan Gempa Surabaya-Madura By Kemkominfo Oct 21, 2018 BMKG, JPP, KLARIFIKASI JPP, JAKARTA&#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara mengenai maraknya kabar yang beredar tentang potensi gempa di Surabaya-Madura. \u00a0 Disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, potensi gempa bukan hanya ada di wilayah Surabaya dan Madura Jawa Timur. Melainkan, sambung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2667","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2667"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2667"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2667\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}