{"id":2056,"date":"2019-04-06T19:33:54","date_gmt":"2019-04-06T19:33:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=2056"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"Ini-Penjelasan-Kemenkes-Soal-Vaksin-Difteri-Bikin-Komplikasi-Jantung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=2056","title":{"rendered":"Ini Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Difteri Bikin Komplikasi Jantung"},"content":{"rendered":"<div>\n<div class=\"box\"><!-- Blog-item --><\/p>\n<div class=\"blog-item\">\n                        <a href=\"#\" class=\"blog-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stophoax.id\/storage\/app\/uploads\/public\/5ac\/efd\/e1a\/5acefde1a3f93194361350.jpg\" onerror=\"this.src='https:\/\/stophoax.id\/themes\/hoax-pedia\/assets\/images\/default.png'\" alt=\"Ini Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Difteri Bikin Komplikasi Jantung\" \/><\/a><\/p>\n<h1 class=\"blog-name f-35\">Ini Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Difteri Bikin Komplikasi Jantung<\/h1>\n<ul class=\"post-date\">\n<li>By <a href=\"#\">JPP<\/a><\/li>\n<li>Jan 18, 2018<\/li>\n<li>\n                                                                <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/jpp\">JPP<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/kemenkes\">Kemenkes<\/a>,                                                                 <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/category\/klarifikasi\">KLARIFIKASI<\/a>                                                            <\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"blog-caption m-t-20\">\n<div class=\"blog-txt\">\n<p><strong>JPP, JAWA TIMUR \u00a0<\/strong>&#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menepis kabar yang berkembang bahwa vaksin difteri dapat menyebabkan komplikasi jantung. Adanya \u00a0<em>broadcast massage \u00a0<\/em>yang sempat viral tentang penyakit myocarditis setelah melakukan vaksinasi difteri juga dibantah.<\/p>\n<p>Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Untung Suseno, vaksin difteri salah satu manfaatnya adalah menjadi penghalang masuknya kuman difteri, sehingga mampu mencegah terjadinya peradangan pada otot jantung atau yang sering disebut penyakit myocarditis.<\/p>\n<p>&#8220;Saya belum pernah dengar itu. Justru yang bisa menyebabkan meninggal jika kuman difteri menyerang jantung. Bukan karena vaksinnya,&#8221; tuturnya pada JNR usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri di Kantor Dinkes Jatim, Rabu (17\/1\/2018).<\/p>\n<p>Dia menambahkan, myocarditis adalah peradangan atau inflamasi pada otot jantung (<em>myocard<\/em>). Myocarditis dapat diketahui dari hasil pemeriksaan klinis atau kelainan jaringan otot secara mikroskopi. Karena itu, ia mengajak kepada masyarakat yang memiliki anak usia 1-19 tahun untuk mengikuti imunisasi. \u00a0<\/p>\n<p>Sebelumnya, sebuah \u00a0<em>broadcast massage<\/em> \u00a0menyebar di berbagai media sosial tentang penyakit myocarditis yang muncul setelah melakukan vaksinasi difteri. Pesan singkat tersebut menjelaskan bahwa penyakit itu muncul karena vaksinasi yang dilakukan saat kondisi tubuh tidak fit alias kurang sehat. (rri)<\/p>\n<p>                            <\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/ini-penjelasan-kemenkes-soal-vaksin-difteri-bikin-komplikasi-jantung\" target=\"_blank\">https:\/\/stophoax.id\/blog\/post\/ini-penjelasan-kemenkes-soal-vaksin-difteri-bikin-komplikasi-jantung<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Difteri Bikin Komplikasi Jantung By JPP Jan 18, 2018 JPP, Kemenkes, KLARIFIKASI JPP, JAWA TIMUR \u00a0&#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menepis kabar yang berkembang bahwa vaksin difteri dapat menyebabkan komplikasi jantung. Adanya \u00a0broadcast massage \u00a0yang sempat viral tentang penyakit myocarditis setelah melakukan vaksinasi difteri juga dibantah. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2056","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2056"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2056"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2056\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}