{"id":6625,"date":"2019-04-07T19:31:42","date_gmt":"2019-04-07T19:31:42","guid":{"rendered":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=6625"},"modified":"-0001-11-30T00:00:00","modified_gmt":"-0001-11-29T17:00:00","slug":"-[Fakta-atau-Hoaks]-Benarkah-Terjemahan-Surat-Al-Kafirun-dalam-Al-Quran-Diganti-Kata-Non-Muslim?","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/?p=6625","title":{"rendered":"[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim?"},"content":{"rendered":"<div>\n\t\t\t\t\t\t\t<!-- \n\n<div id=\"hasil-survey\"><\/div>\n\n --><\/p>\n<h1>[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim?<\/h1>\n<p>\t\t\t\t\t\t\t  <span id=\"date\" class=\"date\">Rabu, 20 Maret 2019 15:46 WIB<\/span><br \/>&nbsp;<\/br><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t  \t\t\t\t                <img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.tempo.co\/images\/cekfakta\/keliru_teks.png\" alt=\"[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim?\" style=\"margin: 65px 0px 65px 0px;\"><\/p>\n<p class=\"p1\">Narasi yang menyebutkan bahwa Kementerian Agama RI telah mengganti Surat Al Kafirun dalam Al-Quran dengan kata non-muslim, beredar di media sosial. Kabar itu diunggah oleh <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2TReOFV\">akun Qowiyah Althafunnisa Abdullah<\/a> di Facebook pada 16 Maret 2019.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.tmpo.co\/data\/2019\/03\/20\/id_828094\/828094_720.jpg\" width=\"100%\" \/><small style=\"color: grey; font-style: italic; font-size: 11px; line-height: 0em;\">Gambar tangkapan layar sebuah artikal dari situs Operaind News tanggal 14 Maret 2019.<\/small><\/p>\n<p class=\"p1\">Akun tersebut mengunggah tangkapan layar sebuah berita dari media Operaind News tanggal 14 Maret 2019. Berita tersebut berjudul <em>&ldquo;Menag: Revisi Terjemahan Al Qur&rsquo;an Siap Dicetak, Surah Al Kafirun Sudah Kami Ganti dengan Kata Non Muslim&rdquo;<\/em>. Berita itu lengkap dengan foto Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.<\/p>\n<p class=\"p1\">Akun Qowiyah menuliskan teks:<\/p>\n<p class=\"p1\"><em>&ldquo;Astaghfirullah&#8230;.Allah Ya Kariim..<\/em><\/p>\n<p class=\"p1\"><em>Ente bahlul !!! Orang ini Waras apa tidak ya,,,<\/em><\/p>\n<p class=\"p1\"><em>Sudah Tidak Bisa Didiamkan Rezim ini,<\/em><\/p>\n<p class=\"p1\"><em>#salamakalsehat&rdquo;<\/em><\/p>\n<p class=\"p1\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\"><strong>PEMERIKSAAN FAKTA<\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\">Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Muchlis M Hanafi memastikan informasi itu tidak benar.&nbsp; &#8220;Kami pastikan itu adalah hoax,&#8221; tegas Muchlis M Hanafi di Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019, dikutip dari laman <a href=\"https:\/\/bit.ly\/2TKWRZH\">Kementerian Agama<\/a>.<\/p>\n<p class=\"p1\">Menurutnya, &nbsp;LPMQ memang tengah melakukan revisi terjemahan Al-Qur&#8217;an. Hal itu sudah dilakukan sejak tahun 2017. Proses kajian dan revisi terjemah masih berlangsung dan hasilnya akan diseminarkan terlebih dahulu oleh Ulama Al-Quran di Indonesia sebelum disahkan.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\">&#8220;Nama surat Al-Kafirun tetap, tidak ada perubahan. Sebab, itu memang nama surat dan tidak termasuk kajian dan pengembangan terjemah Al-Quran,&#8221; katanya menegaskan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Muchlis menambahkan, LPMQ membuka Portal Konsultasi Publik Revisi Terjemahan Al-Quran. Portal konsultasi ini sebagai sarana publik untuk memberikan masukan, sekaligus usulan revisi Terjemahan Al-Quran.<\/p>\n<p class=\"p1\">Apabila masyarakat ingin memberikan masukan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengunjungi portal konsultasi untuk melakukan registrasi dengan meng-klik tautan ini:&nbsp;<a href=\"https:\/\/konsultasipublik.kemenag.go.id\/\"><span class=\"s1\">https:\/\/konsultasipublik.kemenag.go.id\/<\/span><\/a>.<\/p>\n<p class=\"p1\">&#8220;Jika sudah register, sila sampaikan usulan dan masukannya,&#8221;&nbsp;kata dia.<\/p>\n<p class=\"p1\">Selain itu, hasil dari penelusuran Tempo bahwa Operaind News bukan termasuk situs berita kredibel. Blog ini pun tidak bisa diakses lagi saat Tempo membuka url-nya di&nbsp;<a href=\"http:\/\/operain.blogspot.com\/\"><span class=\"s1\">operain.blogspot.com<\/span><\/a>.<\/p>\n<p class=\"p1\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\"><strong>KESIMPULAN<\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\">Dari fakta-fakta di atas, informasi tentang digantinya Surat Al Kafirun dalam Al-Quran dengan kata non-muslim adalah keliru.<\/p>\n<p class=\"p1\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\"><em>Ika Ningtyas<\/em><\/p>\n<p>\t\t\t\t\t\t\t <!-- \n\n<div style=\"margin-bottom:20px;border:1px solid rgba(244,67,54,1);padding:10px;display:inline-block;text-align:center;margin:0px auto 20px;\"><\/div>\n\n --><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"white\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<a href=\"#\" class=\"box-title red-500\"><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tCekfakta Lainnya<br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/a><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<a href=\"https:\/\/cekfakta.tempo.co\/metodologi\" class=\"box-title red-500\" style=\"margin: -32px 0px 0px 144px; color:#fff;\"><br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\tMetodologi<br \/>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n<p>\t\t\t\t\t<\/br><\/br> Original Source : <a href=\"https:\/\/cekfakta.tempo.co\/fakta\/158\/fakta-atau-hoaks-benarkah-terjemahan-surat-al-kafirun-dalam-al-quran-diganti-kata-non-muslim\" target=\"_blank\">https:\/\/cekfakta.tempo.co\/fakta\/158\/fakta-atau-hoaks-benarkah-terjemahan-surat-al-kafirun-dalam-al-quran-diganti-kata-non-muslim<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[Fakta atau Hoaks] Benarkah Terjemahan Surat Al Kafirun dalam Al-Quran Diganti Kata Non-Muslim? Rabu, 20 Maret 2019 15:46 WIB&nbsp; Narasi yang menyebutkan bahwa Kementerian Agama RI telah mengganti Surat Al Kafirun dalam Al-Quran dengan kata non-muslim, beredar di media sosial. Kabar itu diunggah oleh akun Qowiyah Althafunnisa Abdullah di Facebook pada 16 Maret 2019.&nbsp; Gambar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6890,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-6625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hoax-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6625"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6625"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6625\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6890"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.syyhoaxanalyzer.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}